Monday, April 1, 2019

Puisi Renungan Hati









Puisi
Ihwal Tanah

Perihal hati, tak bisa lagi ku pungkiri
Bahwa aku biangnya merindu,
Menahan sendu
Juga menanti kamu

Iya, lagi-lagi rindu
Namun sesal tak pernah menemuiku
Semenjak kamu memutuskan pergi ke tanah itu

Ragaku utuh, rinduku berubah
Menjadi rintik yang semakin hari semakin deras
Rintik yang tak jelas akan mengalir kemana
Namun sekali lagi, dukaku hanya kala kamu menghilang tanpa tujuan

Jika kamu butuh rumah,
Entah untuk pulang maupun hanya singgah
Aku akan selalu disini.
Menanti dengan senang hati diambang pintu.

Dariku, gadis diambang pintu.
Kediri, 21 Maret 2019

Selamat hari puisi sedunia, misteriku.

cr.